Sabtu, 29 Mei 2010

KETAHUILAH!

KETAHUILAH! bahwa dien ini hanya tegak di atas pundak orang-orang yang memiliki ‘azam yang kuat. Ia tidak akan tegak di atas pundak orang-orang yang lemah dan suka berhura-hura, TIDAK AKAN PERNAH!!

Dien yang agung ini hanya akan tegak di pundak orang-orang yang agung pula. Tanggung jawab besar yang sempat dienggani oleh langit dan bumi, pasti hanya akan dipikul oleh ahlinya, rijalnya.

BAGAIMANA MUNGKIN ISLAM AKAN TEGAK tanpa ‘azam seteguh ‘azam Anas bin Nadlar yang pernah berkata, “Sekiranya Allah memberi kesempatan kepadaku untuk memerangi orang-orang musyrik, niscaya Dia akan melihat apa yang aku lakukan.”
Lalu ia mengikuti perang uhud, berperang, dan gugur di sana. Pada tubuhnya didapati lebih dari 80 luka bekas anak panah, pedang, dan tombak. Tubuhnya terkoyak tak terkenali lagi. Hanya saudara perempuannya yang mengenalinya, dari jari-jemarinya.

BAGAIMANA MUNGKIN ISLAM AKAN TEGAK dan kembali jaya dan mulia tanpa ‘azam sekokoh ‘azam Abu Bakar ash-Shiddiq saat terjadi gerakan murtad massal. Saat itu, ia yang telah lanjut usia dan sangat gampang menangis, dengan ketegaran batu karang berkata, “Demi Allah, aku akan memerangi siapa pun yang memisahkan antara shalat dan zakat. Sesungguhnya zakat adalah hak harta. Demi Allah sekiranya mereka tidak membayarkan satu iqal yang mereka bayarkan kepada Rasulullah niscaya aku akan benar-benar memerangi mereka karenanya.”

Ia juga berkata, “Demi Allah yang tiada Ilah yang haq selain Dia, kalaupun anjing-anjing menyeret kaki istri-istri Rasulullah saw, aku tidak akan menarik mundur pasukan yang telah diberangkatkan oleh Rasulullah dan aku pun tidak akan melipat panji yang telah dikibarkan oleh Rasulullah ”

BAGAIMANA MUNGKIN ISLAM AKAN TEGAK dan kembali mendapatkan kemuliaan dan ‘izzahnya tanpa tekad baja seperti tekad Mush’ab bin ‘Umair. Tekad yang membuatnya meninggalkan kehidupan masa muda, masa hura-hura , menuju kehidupan yang keras, fakir, dan bersahaja. Tekad yang telah menjadikan Mush’ab sebagai pintu masuk Islamnya kebanyakan penduduk Madinah.

Bahkan Anda akan merasakan bahwa Mush’ab adalah seorang pemilik tekad, sampai di saat kematiannya! Ia yang memegang panji dalam perang Uhud, tangan kanannya terputus, sehingga ia memegangnya dengan tangan kiri. Tangan kirinya pun terputus, maka ia memegang panji dengan kedua lengannya. Dalam keadaan seperti itu, Ibnu Qum’ah ~yang terlaknat~ menyabetkan pedangnya, dan Mush’ab pun gugur, semoga Allah merahmatinya. Bahkan lagi, mungkin Anda akan merasakan betapa tekad Mush’ab melekat erat padanya. Mush’ab, seorang pemuda perlente … para sahabat tidak mendapati kain yang cukup untuk mengkafaninya selain secarik kain, jika bagian atasnya ditutup akan tampaklah kakinya, dan jika kakinya yang ditutup akan tampaklah kepalanya! Maka Rasulullah saw memerintahkan mereka supaya menutup bagian kepalanya, dan menutupi kedua kakinya dengan rumput idzkhir.

BAGAIMANA MUNGKIN ISLAM AKAN TEGAK dan kembali mendapatkan kemuliaan dan ‘izzahnya tanpa tekad baja seperti tekad Shalahuddin al-Ayyubi. Tekad yang telah memporak-porandakan pasukan salib di Hithin dan mengembalikan ummat Islam kepada aqidah yang benar… setelah hampir saja tenggelam di kegelapan lautan Syi’ah dan kesesatan Bathiniyyah.

Betapa kita sangat membutuhkan tekad yang dimiliki oleh Shalahuddin al-Ayyubi. Tekad yang telah menjadikan Sultan yang agung ini meninggalkan kemewahan hidup para raja, dan justru memilih kehidupan di bawah kemah yang terombang-ambing ditiup angin di tengah gurun sahara.

Seluruh hidupnya dia habiskan di bawah terpaan terik dan keringnya gurun pasir di musim panas serta dinginnya angin yang bertiup dan salju yang turun di musim dingin… Ia bersama para mujahidin.

Betapa indah penuturan seorang sejarawan, Ibnu Syidad tentangnya, “Kecintaan dan rindu dendamnya terhadap jihad telah meluapi hati dan seluruh persendiannya. Semua pembicaraannya tentang jihad. Semua kajiannya tentang perlengkapan jihad. Semua perhatiannya tentang pasukan tempur. Semua kecenderungannya terhadap orang-orang yang mengingatkan dan mendorong kepada jihad. Demi cintanya kepada jihad fi sabilillah, ia telah meninggalkan keluarga, anak-anaknya, kampungnya, tempat tinggalnya, dan seluruh negerinya dan rela memilih hidup di bawah kemah yang bergoyang ke kanan dan ke kiri dihembus angin.”

Jikalau bukan karena Allah menganugerahkan tekad Shalahuddin al-Ayyubi kepada ummat ini, niscaya dien ummat ini dan juga buminya akan sama rata, tidak tersisa tempat untuk hidup baginya.

BAGAIMANA MUNGKIN ISLAM AKAN TEGAK dan kembali mendapatkan kemuliaan dan ‘izzahnya tanpa tekad baja seperti tekad ‘Umar bin ‘Abdul‘aziz, yang lewat tangan ‘Umar Allah memperbaharui kondisi ummat dalam waktu dua setengah tahun saja; sampai-sampai dikatakan bahwa seekor serigala pun berdamai dengan seekor kambing pada masanya! Ini bukanlah suatu hal yang aneh atau asing kecuali bagi orang-orang yang ilmunya tentang Allah dan sunnah-Nya terhadap wali-wali-Nya hanya sedikit.

Betapa Islam sangat membutuhkan tekad semacam tekad ‘Umar bin ‘Abdul‘aziz yang pernah dikirimi surat ‘protes’ oleh salah seorang pegawainya. Isi surat itu, “Sesungguhnya reformasi keuangan yang dilakukan oleh khalifah dan penghapusan jizyah dari orang-orang Barbar yang masuk Islam pasti akan mengakibatkan defisit pada kas negara.”

Maka ‘Umar pun membalasnya sebagai berikut, “Demi Allah, aku benar-benar menginginkan andai semua orang masuk Islam, lalu aku dan kamu ke sawah, membajak, dan makan dari hasil jerih payah tangan kita.”

Pada kesempatan lain ‘Umar berkata, “Sesungguhnya Allah mengutus Muhammad sebagai pembawa petunjuk, bukan penarik pajak.!!!”

Sehubungan dengan urgensi tekad inilah Rasulullah memohon kepada Rabb-nya, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam melaksanakan perintah dan tekad yang utuh untuk memberi petunjuk.”

Ini adalah pengajaran bagi kita, pendidikan bagi ummat Islam pada umumnya, dan bagi para aktivis pada khususnya. Untuk itu, hendaknya kita banyak-banyak memanjatkan doa yang agung ini disertai dengan memenuhi faktor-faktor pendukungnya.

SITUS BERBAHAYA

Tolong kirim pesan ini kepada setiap muslim yang Anda ketahui !
Jika tidak ... Setiap Muslim di seluruh dunia dapat menerima informasi yang
salah tentang Islam yang benar, jadi saya harap Anda mengirim pesan ini
segera setelah Anda sudah membacanya ...

Waspadalah terhadap
situs berikut:


1. http://www.facebook.com/l/5cc08;www.answering-islam.org

2.http://www.facebook.com/l/5cc08;www.aboutislam.com

3.http://www.facebook.com/l/5cc08;www.thequran.com

4.http://www.facebook.com/l/5cc08;www.allahassurance.com


Situs-situs
tersebut telah dikembangkan oleh orang-orang Yahudi.
Yang sengaja menyebar informasi yang salah tentang QURAN, hadits dan ISLAM
itu sendiri.
Silakan menyebarkan informasi ini Untuk semua saudara-saudara muslim di seluruh dunia.

Selalu memeriksa sumber dari segala situs web Islam bahkan jika sangat meyakinkan

A
FAKE AMERICAN Quraan



http://www.facebook.com/l/5cc08;www.amazon.com/exec/obidos/tg/detail/-/1579211755/qid%
3D1096805827/102-4933271-2395342


Above: 'The True
Furqan'


Jangan Abaikan ini, kirimkan ke semua muslim
sebanyak yang Anda bisa.


AMERICAN baru Quran: sebuah trik berbahaya Quran baru sedang didistribusikan di Kuwait, berjudul 'The True Furqan '. Dari majalah mingguan Setan dan Al-Furqan telah menemukan bahwa dua perusahaan percetakan Amerika; 'Omega 2001' dan 'Wine Press' yang terlibat dalam penerbitan 'The True Furqan', sebuah buku yang juga berjudul 'The 21st Century Quran'!
Ini lebih dari 366 halaman dan tersedia dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris ... itu sedang didistribusikan ke anak-anak kita di Kuwait pada sekolah swasta Inggris! Buku berisi 77 Surats, yang termasuk Al-Fatihah, Al-Jana dan Al-Injil. Daripada Bismillah, setiap Surat dimulai dengan Versi yang lebih panjang dari ini menggabungkan kepercayaan Kristen dari tiga roh.

Dan Al-Qur'an ini juga menentang banyak keyakinan Islam.
dalam salah satu ayat-ayat itu menggambarkan membolehkan lebih dari satu istri sebagai percabulan, perceraian menjadi dibolehkan dan menggunakan sistem baru untuk berbagi keluar dari kehendak, menentang yang benar.
Ini jg menyatakan bahwa Jihad adalah haram.

Buku ini bahkan seluruhnya menyerang Allah Subhanahu wa Ta'ala!

Semua ini meracuni anak-anak muslim.

Saudaraku pastikan Andamengirimkan pesan ini ke semua orang sebanyak mungkin sehingga kitadapat menghentikan "upaya berbahaya" ini.

Tolong sampaikan ke setiap orang yang Anda kenal dan semoga Allah membalas kebaikanmu dengan pahala yang berlipat ganda.

"Jagalah Allah maka Allah juga akan menjagamu"..(Al-Hadits)

Jazakumullah Khairan..
:)
Answering Islam, A Christian-Muslim Dialog and Apologetic
http://www.facebook.com/l/5cc08;www.answering-islam.org

Adab Bertetangga

Islam memerintahkan umatnya untuk bertetangga secara
baik. Bahkan, saking seringnya Jibril mewasiatkan agar
bertetangga dengan baik, Rasulullah pernah mengira
tetangga termasuk ahli waris. Kata Rasulullah, seperti
diriwayatkan oleh Aisyah, ''Jibril selalu mewasiatkan
kepadaku tentang tetangga sampai aku menyangka bahwa
ia akan mewarisinya.'' (HR Bukhari-Muslim).

Namun, ternyata waris atau warisan yang dimaksud
Jibril adalah agar umat Islam selalu menjaga hubungan
baik dengan sesama tetangga. Bertetangga dengan baik
itu, termasuk menyebarkan salam ketika bertemu,
menyapa, menanyakan kabarnya, menebar senyum, dan
mengirimkan hadiah. Sabda Rasulullah SAW, ''Wahai Abu
Dzar, jika engkau memasak sayur maka perbanyaklah
airnya dan bagikanlah kepada tetanggamu.'' (HR
Muslim).

Lihatlah, betapa ringan ajaran Rasulullah, namun
dampaknya sangat luar biasa bagi kerukunan dan
keharmonisan kita dalam bermasyarakat. Untuk memberi
hadiah tidak harus berupa bingkisan mahal, tapi cukup
memberi sayur yang sehari-hari kita masak.

Untuk menjaga hubungan baik dengan tetangga,
Rasulullah juga memerintahkan untuk saling menenggang
perasaan masing-masing. ''Barang siapa yang beriman
kepada Allah dan Hari Akhir,'' kata Rasulullah, ''maka
hendaknya ia tidak menyakiti tetangganya.'' (HR
Bukhari).

Suatu kali, seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah
tentang seorang wanita yang dikenal rajin melaksanakan
shalat, puasa, dan zakat, tapi ia juga sering
menyakiti tetangganya dengan lisannya. Rasulullah
menegaskan, ''Pantasnya dia di dalam api neraka!''

Kemudian, sahabat itu bertanya lagi mengenai seorang
wanita lain yang dikenal sedikit melaksanakan shalat
dan puasa, namun sering berinfak dan tidak menyakiti
tetangganya dengan lisannya. Jawab Rasulullah, ''Ia
pantas masuk surga!'' (HR Ahmad).

Seorang wanita bersusah payah melaksanakan shalat
wajib, bangun malam, menahan haus dan lapar, serta
mengorbankan harta untuk berinfak, namun menjadi
mubazir lantaran buruk dalam bertutur sapa dengan
tetangganya. Rasulullah bersumpah terhadap orang yang
berperilaku demikian, tiga kali, dengan sumpahnya,
''Demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman,
demi Allah tidak beriman
...!''

Sahabat bertanya, ''Siapa, ya Rasulullah?'' Beliau
menjawab, ''Orang yang tetangganya tidak pernah merasa
aman dari keburukan perilakunya.'' (HR Bukhari).

Suatu kali, Aisyah pernah bingung mengenai siapa di
antara tentangganya yang harus diutamakan. Lalu, ia
bertanya kepada Rasulullah, ''Ya Rasulullah, saya
mempunyai dua orang tetangga, kepada siapakah aku
harus memberikan hadiah?'' Beliau bersabda, ''Kepada
yang paling dekat rumahnya.'' (HR Bukhari).

Rasulullah menjadikan akhlak kepada tetangga sebagai
acuan penilaian kebaikan seseorang. Kata beliau,
''Sebaik-baik kawan di sisi Allah adalah yang paling
baik (budi pekertinya) terhadap kawannya, sebaik-baik
tetangga adalah yang paling baik kepada tetangganya.''
(HR Tirmidzi)

DIEN ITU NASEHAT (diambil dari buku "Kepada Aktivis Muslim")

Demikianlah Rasulullah sallahu alaihi wasallam berpesan untuk kita, dan inilah yang melatarbelakangi tulisan kami dalam lembaran-lembaran berikut. Kami menulis ini bukan karena tidak ada pekerjaan, dan bukan pula karena ada yang mau membacanya. Kami menulis karena kami merasa ada nasehat yang harus kami sampaikan kepada ikhwah, para aktivis, sebagai satu bentuk partisipasi kami dalam ‘perjalanan’ yang diberkati ini. Perjalanan untuk menegakkan dien dan meninggikan panji-panjinya.

Kami, sebagaimana dikatakan oleh sahabat yang mulia, ‘Abdullah bin Rawahah radhiyallahu ‘anhu, “Kita tidak memerangi manusia dengan bilangan, kekuatan, dan jumlah kita. Kita hanya memerangi mereka karena dien ini. Dien yang Allah memuliakan kita dengannya.”
Oleh karena itu, lazim bagi kita untuk berpegang teguh kepada dien ini melebihi seorang muqatil (tenaga tempur) yang memegang erat senjatanya di tengah kecamuk pertempuran. Sebab muqatil, kapan pun ia mengendorkan pegangannya, sirnalah harapannya untuk mendapatkan kemenangan, bahkan sirna pulalah segala asanya untuk tetap hidup. Demikian pula halnya dengan ‘ahluddiin’, kapan pun mereka lengah di dalam diennya -meski sesaat- semua citanya untuk menggapai kemenangan akan lenyap.
Sesungguhnya Allah hanya menolong orang-orang yang taat, ikhlas, berpegang teguh, dan bertawakkal kepada-Nya. Allah berfirman
وَلَيَنصُرَنَّ اللهُ مَن يَنصُرُهُ
Dan sesungguhnya Allah, benar-benar akan menolong orang-orang yang menolong (dien)-Nya. (al-Hajj : 40)

Maka barang siapa tidak ‘menolong’ Rabb-nya, Dia pun tidak akan menolongnya. Barangsiapa bermaksiat kepada-Nya, Dia akan meninggalkannya, membiarkannya bersama musuh-musuhnya.

‘Umar al-Faruq radhiyallahu ‘anhu pernah berkata, “Kala kita tidak mampu mengalahkan musuh dengan ketaatan kita niscaya mereka akan mengalahkan kita dengan kekuatan mereka.”
Ternyata ‘Umar radhiyallahu ‘anhu lebih mengkhawatirkan dosa-dosa pasukannya daripada kekuatan musuhnya. Inilah bukti kesempurnaan pemahaman dan kebrilianan akal beliau.
Betapa kita ~di saat merasakan suasana ini~ ingin agar suasana ini senantiasa hadir di hati dan akal kita, tidak meninggalkan kita selama-lamanya.

Betapa kita ingin mengerti ~dengan ilmu yakin~ bahwa Allah telah menjamin kemenangan dien-Nya dan akan selalu menjaganya .. Maka barangsiapa selalu bersama Islam ke mana pun ia berputar, hati dan anggota badannya senantiasa taat kepada Allah, pastilah Allah akan menolongnya .. Barangsiapa menyimpang dari jalan yang lurus, pertolongan pun akan menjauh darinya.

Allah Mahatahu lagi Maha Bijaksana.. Allah Mahatahu. Artinya tidak ada sesuatu pun dari urusan kita yang tersembunyi bagi-Nya. Dia Mahatahu akan batin dan niat kita seperti halnya Dia Mahatahu akan lahir dan amal kita. Dia Maha Bijaksana. Artinya Dia akan selalu menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Dia tidak akan memberikan anugerah berupa penjagaan dan pertolongan kepada siapa yang tidak berhak mendapatkannya.. Dan orang yang tidak berhak atas anugerah ini, sungguh tiada bagian untuknya selain keterpurukan.. Na’udzu billah, kita memohon perlindungan kepada Allah dari kehinaan di hadapan-Nya.
Nafsu terus memberontak, setan terus menggoda, dunia terus berhias, dan hawa sering sekali memenangkan pertempuran.

Mereka semua telah hadir. Mereka ingin menghalangi antara seorang hamba dengan kemenangan dan kejayaannya di dunia dan di akhirat.
Mereka berempat benar-benar musuh utama kita. Jika kita mampu menguasainya (nafsu, setan, dunia, dan hawa) niscaya akan lebih mudah bagi kita untuk menguasai musuh-musuh kita dari kalangan manusia..

Sebaliknya, jika kita dikuasai oleh keempatnya, sungguh antara kita dan musuh-musuh kita tiada lagi bedanya, sama-sama bermaksiat kepada Allah .. sementara mereka masih memiliki sesuatu yang lain; kekuatan yang lebih daripada yang kita miliki.. dan jika sudah demikian, kita akan kalah menghadapi mereka.

Kalimat-kalimat yang kami tulis di sini merupakan nasehat untuk membantu di dalam usaha mengalahkan nafsu, setan, dunia, dan hawa..
Wahai saudaraku, yang kami inginkan hanyalah menunjukkan yang baik … untuk menutup satu celah yang kami lihat… atau menambahkan yang kurang… atau menunjukkan yang makruf.

Peran kami adalah … berkata-kata dan memberi nasehat.
Celah tidak akan pernah tertutup, kekurangan tidak akan pernah hilang, dan yang makruf tidak akan pernah terwujud… kecuali dengan amal.
Di sinilah peranmu wahai saudaraku, peran kita semua.
Tentu saja, kata-kata bukan sekedar untuk diucapkan, tetapi ia untuk dipahami … dan diamalkan.
وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللهُُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهُ وَالْمُؤْمِنُوْنَ وَسَتُرَدُّوْنَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat perkerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberikan-Nya kepada kamu apa yang kamu kerjakan”. (at-Taubah : 105)


Diambil dari buku Kepada Aktivis Muslim karya Dr. najih Ibrahim,

ETIKA BERGAUL SESAMA MUSLIM

BERGAUL adalah salah satu aktifitas yg kerap kali seseorang tidak dapat meninggalkannya, karena memang demikianlah keberadaan manusia sebagai makhluk sosial yg saling membutuhkan antara satu dgn yg lainnya. Melalui pergaulan, seseorang dpt menggali wawasan dan pengalaman serta memperluas cakrawala/pengetahuan. Namun, tidak semua orang dpt kita jadikan sebagai teman dlm pergaulan kita. Berikut ini di paparkan beberapa adab dalam bergaul:

1. MENCARI TEMAN YG BERAKHLAQ MULIA
Rosulullah saw bersabda: "Seseorang dilihat dari teman akrabnya, maka hendaklah salah seorang diantara kalian melihat siapa yg menjadi teman akrabnya."(HR. Tirmizi:2378)

2. TOLONG-MENOLONG DALAM KEBAIKAN
.....Dan tolong-menolonglah km dalam mengerjakan kebaikan dan takwa,dan jgn tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran....(QS. Al maidah:2)

3. SALING MENASEHATI
Rosulullah saw, bersabda: "Agama ini dibangun diatas nasehat, kami(para sahabat) bertanya, kepada siapa Wahai rosulullah ? Rosulullah saw menjawab: 'kepada Alloh, kitab-Nya, rosul-Nya, dan kepada kaum muslimin seluruhnya."(HR. Muslim:55)
Berkata syaikh Fuad bin abdul aziz: "Diantara nasehat sesama muslim adalah menjelaskan kebenaran, mendakwahkan kepada yg haq (kebenaran), memerintahkan berbuat kebaikan, dan mencegah dari berbuat kemungkaran."

4. BERSIKAP LEMAH LEMBUT DALAM BERGAUL
Dari Aisyah bahwasanya Rosulullah saw bersabda: "Wahai aisyah, sesungguhnya Alloh mencintai lemah lembut dalam segala perkara."(HR. Bukhori:6024).
Imam ibnu Hajar al Asqolani menuturkan: "Maksud dari lemah lembut disini adalah bersikap lemah lembut kepada org lain, baik dalam perkataan maupun perbuatan, dan memberikan yg termudah kepadanya." (Fathul Bari 10/553)

5. BERAKHLAK MULIA KEPADA SESAMA MUSLIM
Rosulullah saw bersabda: "Sebaik baik kalian adalah org yg paling bagus akhlaknya."(HR. Bukhori:6035)
Fuad bin abdul aziz mengatakan: "Diantara akhlak mulia dalam pergaulan adalah selalu berwajah ceria, menyingkirkan kotoran, memaafkan kesalahan org lain, dan sebagainya dari sifat sifat terpuji."(kitabul adab:331)

6.MENDAMAIKAN SESAMA MUSLIM BILA TERJADI PERSENGKETAAN
Dari abu Darda ra, Rosulullah saw bersabda: "Maukah aku kabarkan kepada kalian suatu amalan yg derajatnya lebih utama daripada puasa, sholat, dan shodaqoh?" mereka (para sahabat) menjawab: "mau, wahai rosulullah." Rosulullah saw bersabda: "yaitu engkau mendamaikan dua orang yg sedang bersengketa, karena persengketaan diantara keduanya merupakan bencana."(HR. Abu dawud)

7. MENAHAN AMARAH DAN MEMAAFKAN KESALAHANTEMAN
Didalam bergaul dgn sesama muslim ataupun masyarakat, terkadang diantara kita menjumpai perkataan perkataaan yg menyakitkan hati dan membuat dada ini terasa sempit dan sesak. Akan tetapi, hal ini jangan sampai kita hadapi dgn menyulutkan api kemarahan ataupun emosi yg tak terkendalikan. Hendaknya kita berusaha untuk berlapang dada dan memaafkan pelakunya. Renungkan firman Alloh berikut: "Dan (bagi) org org yg menjauhi dosa dosa besar dan perbuatan perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf. "(QS.Asy syuro:37).

8. MENJAGA LISAN DAN BERTUTUR KATA YG BAIK DALAM BERBICARA
Dalam berbicara harus menjauhi perkataan yg jelek, batil, ghibah, namimah, dan dari perkataan yg tak memberi manfaat maupun berbicara tanpa dasar ilmu. Alasannya, karena semua perkataan yg terucap dari lisan manusia, baik berupa kebaikan maupun kejelekan, semua itu akan di catat oleh kedua malaikat. Di samping itu, org yg berbicara tanpa menjelaskan isi dari apa yg dibicarakannya, niscaya ia akan tergelincir kedalam api neraka disebabkan karena perkataannya tersebut. Sebagaimana Rosulullah saw bersabda: "Sesungguhnya seorang hamba mengatakan suatu perkataan tanpa peduli dgn ucapan tersebut sehingga ia tergelincir kedalam api neraka lebih jauh dari apa apa antara masyrik (timur) dan maghrib (barat)."(HR. Muttafaq 'alaihi)

9. TIDAK SALING DENGKI HASAD) SESAMA TEMAN
Hasad (isi hati) merupakan perbuatan yg tercela dan salah satu penyebab terpecahnya persahabatan."Dari abu huroiroh ra berkata: Rosulullah saw berabada: "Janganlah kalian saling dengki, saling berlaku curang dalam jual beli, saling membenci, saling membelakangi(menjahuhi), dan janganlah membeli barang yg tengah ditawar saudaranya, dan jadilah kalian hamba Alloh yg bersaudara."(HR. Muttafaq 'alaih)

Redaksi ini di ambil dari Bulletin al furqon

SIAPAKAH KITA ???

SIAPAKAH ORANG YANG SIBUK?
Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu sholatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman 'alaihissalam.

SIAPAKAH ORANG YANG MANIS SENYUMANNYA?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata ''Inna lillahi wa inna ilaihi rajiuun''. Lalu sambil berkata, ''Ya Rabb, Aku ridho dengan ketentuan-Mu ini'', sambil mengukir senyuman.

SIAPAKAH ORANG YANG KAYA?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.

SIAPAKAH ORANG YANG MISKIN?
Orang yang miskin adalah orang yang tidak puas dengan nikmat yang ada dan menumpuk-numpukkan harta.

SIAPAKAH ORANG YANG RUGI?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadah dan amal-amal kebaikan.

SIAPAKAH ORANG YANG PALING CANTIK?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.

SIAPAKAH ORANG YANG MEMPUNYAI RUMAH YANG PALING LUAS?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan sejauh mata memandang.

SIAPAKAH ORANG YANG MEMPUNYAI RUMAH YANG SEMPIT LAGI DIHIMPIT?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikan lalu kuburnya menghimpitnya.

SIAPAKAH ORANG YANG MEMPUNYAI AKAL?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni Surga kelak karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.

SIAPAKAH ORANG YANG PELIT?
Orang yang pelit adalah mereka yang ketika mendengar nama Rasulullah S.A.W disebutkan lalu ia tidak bersegera bersholawat kepada Beliau....

Dan satu lagi, Orang yang paling pelit adalah mereka yang membiarkan tulisan ini begitu saja, malah dia tidak akan menyampaikan kepada orang lain...


SEMOGA BERMANFAAT

NIKMAT ALLAH

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahmaan:16)

Umur sama dengan bernafas, bernafas sama dengan berdetak jantung. Jantung adalah salah satu organ tubuh yang amat berjasa dalam hidup ini. Dia tidak pernah bosan bekerja, tidak pernah mengenal istirahat sedikitpun, bahkan disaat si jantung itu dalam keadaan amat parah, dia masih tetap bekerja dengan setia.

Kalau Qt mencoba menghitung, bagi orang dewasa yang denyutannya 80 kali / menit dalam keadaan normal, maka sehari semalam jantung bekerja sebanyak 115.200 kali, lantas jika diri ini telah menginjak usia 20 tahun, sudah berapa kalikah jantung ini berdetak??

Namun pertanyaan sebenarnya bukan itu.. pertanyaan sebenarnya adalah “Siapakah yang menggerakkan jantung itu …??” Adakah dokter ahli di dunia ini yang memasang alat sehingga jantung bekerja non stop, siapakah yang paling berjasa kalau bukan Sang Pencipta…?? Subhanallah, La haula wa la quwwata illa billah..

Sungguh, jantung masih sebagian kecil dari seluruh nikmat yang ALLAH berikan kepda Qt.. Masih banyak, teramat banyak nikmat2 lain yg ALLAH berikan pada QT.. Mata, telinga, mulut, tangan, kaki, otak, dan masih banyak lagi nikmat ALLAH yang terdapat pada tubuh Qt.. lalu nikmat2 yang lain diluar anggota tubuh Qt??

Sungguh benar firman Allah “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat ALLAH, niscaya kamu tidak dapat menghitungnya. Sesungguhnya ALLAH benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. An-Nahl :18)

Namun, setiap saat Qt berhutang kepada ALLAH, setiap detik Qt menerima nikmat yang tiada terhingga. Kalau Qt tangguhkan lagi untuk bersyukur, sungguh, kita adalah manusia yang tak kenal budi, tak mengenal jasa. Kadang-kadang tabiat kita malah terbalik, kalau Qt bertemu orang yang pernah berjasa Rp.100.000 saja pada Qt, rasanya habis-habisan terima kasih yang Qt ucapkan. Tapi terhadap jasa ALLAH yang tak terhitung itu, Qt teramat kikir untuk mengucapkan ALHAMDULILLAH........

Nge-Jomblo, Berani Gak?

Ups...! judulnya aja provokatif banget. Pasti dong sobat muda, udah pada ngeh dengan istilah satu ini. Kalo tetep nggak ngeh juga, mendingan ngeh dulu sono di belakang (huss....itu ‘ngek..). Kalo dalam lagunya Bang Rhoma Irama yang mendayu- dayu itu, jomblo diartikan bujangan alias nggak punya gandengan (emangnya truk, pake gandengan?) he...hee. Sorry, IMUD nggak ngerti juga darimana istilah itu muncul, tapi yang jelas di kehidupan remaja istilah jomblo udah biasa diomongin untuk menyebut mereka yang udah lama atau emang nggak punya gebetan alias pacar, biasanya istilah itu ditempelkan pada kaum cowok. Nah, bagi yang cowok kalo ampe sekarang masih aja nggak punya pacar, siap-siap aja dikasih stempel JOMBLO. Jedok..!!!

Kalo kita lagi ngebahas jomblo udah barang pasti, sangkut pautnya seputar gaya gaulnya remaja. Nggak lucu khan, kalo kita lagi ngobrolin seputar jomblo-menjomblo, kamu larinya ngomong urusan main Pe eS 2 lah, ngomongin soal film misteri lah, atau ngobrol soal game matrix. Khan nggak nyambung tuh? Makanya biar nyambung, Yo’ cepetan gabung, biar kamu nggak bingung, sebab kalo bingung bisa nyemplung (hee..maaf, ya bung...kita juga lagi nanggung)

Para Jombler, Berbahagialah !

Sobat, selamat ya jadi ‘adik baru’ bagi kamu yang ketrima di bangku SMA atau yang masuk kuliah di PT. Bagi kamu yang sekarang duduk di bangku SMA, tentunya berbeda dong rasanya dengan ketika SMP dulu, lebih dewasa gitu maksudnya. Baik dewasa usianya ataupun dewasa pemikirannya. Termasuk dalam urusan bergaul, tentunya lebih dewasa menyikapinya, nggak serampangan aja bergaul, apalagi di jaman Ngeborisasi saat ini, bisa-bisa Iman juga ikut kena di bor. Banyak juga sih, teman remaja badannya gede, suaranya juga udah berubah, yang cowok keluar jakun, kumis atau bulu di ketek (awas...bau lho). Tapi ternyata nggak dewasa dalam menyikapi sebuah persoalan.

Sobat, persoalan nyari pasangan kayaknya udah jadi menu wajib remaja. Mengingat begitu wajibnya, ada moment apa aja, dilakuin untuk bisa menggebet pasangan baru, atau barangkali bagi tipe cowok Casanova bisa sekalian mengoleksi cewek. Nah, bagi kamu yang jadi ‘adik baru’ siap-siap aja jadi incaran play boy sekolahan, mulai dari play boy cap jempol sampai play boy cap tiga jari...he...hee..!

Sobat, ngapain juga sih kamu gerah dan risi banget kalo belum dapat pasangan? Iya, coba aja perhatiin teman-teman remaja yang kayaknya merasa wajib punya gebetan. Memangnya kalo udah dapat pasangan (baca: pacar) itu artinya kamu udah hidup sejahtera dan mulia? Memangnya kalo dapat gacoan bisa selamat dunia dan akhirat? Walah, kesleo bener otaknya, kalo ada yang punya pendapat gitu.

Kita prihatin dan ketawa geli. Sebab, banyak juga anak cowok yang sejak lama ngincer pujaan hatinya, tapi nggak berani. Ada yang nekat pdkt, tapi nggak siap untuk ditolak. Waduh, parahnya lagi, malah ada yang sampe punya gelar PMDK, alias pendekatan mulu dapet kagak. Gelodaks! Khusus untuk jenis yang terakhir ini, kayaknya harus dimasukin ke Panti Jomblo. He..he..hee!

Trus, yang cewek harusnya nggak usah berdandan Padi (pantas digoda), sebab bagi para jomblo, pemandangan seperti itu terlalu sedap untuk dilewatkan. Makanya, bukan hanya mata aja yang pengin menikmati, tapi tangan juga pengin dapet bagian, nyubit atau sekedar jabat tangan buat kenalan. Itulah sobat, nggak bisa kita seratus persen, salahin para jomblo yang memburu cinta. Tapi bagi kamu yang cewek harusnya nggak usah mengumbar pesona. Meski wajah kamu imut kayak Katie Holmes ataupun body kamu aduhai kayak Britney Spears, harusnya disimpan dulu deh. Sebab kalo kamu emang dianugerahi Allah, wajah atau badan kayak gitu, mustinya bersyukur. Bersyukur nggak cukup hanya dengan ngucapin Alhamdulillah, tapi syukur nikmat itu, kamu wujudin dengan melindungi atau memakaikan baju yang pas dan diwajibkan oleh syariat Islam. Inget khan, apa baju wajib seorang cewek kalo dia udah baligh? Betul sekali, ya itu jilbab dan kerudung.

Bukan apa-apa Neng, tapi kalo kamu tetap aja mengumbar pesona kamu dihadapan para jombler (= istilah untuk jomblo kelas kakap), dijamin para jombler akan berniat menikmati kamu. Ya kalo cuman dinikmati luarnya doang artinya cuman dilihat. Gimana kalo dinikmati luar dalam? Hii jijay deh. Kalo udah gitu siapa yang rugi hayo? Kamu rugi dan calon suami kamu entar juga akan rugi. Ya nggak?

Dan beruntung banget, kalo sobat muslim yang bisa bertahan jadi jomblo, trus mendapatkan jodoh yang bisa menjaga diri dengan tetap ‘menyimpan’ kecantikan dan virginitasnya. Betapa bahagianya cowok tersebut. Tapi, sekali lagi arena mendapatkan jodoh bukan dengan pacaran, karena itu dosa..sa..sa..sa..sa! Huhh..gemas!!!

Jangan Salahkan Cinta

Manusia diciptakan dan dilahirkan karena adanya cinta. Coba aja, kalo bukan karena cinta, ibu kita nggak akan membiarkan kita lahir dan besar di dunia. Sebab banyak adik-adik bayi sebelum lahir sudah di bunuh di kandungan. Masya Allah. Kita pun bisa ada dikandungan ibu kita, karena adanya cinta antara bapak dan ibu kita. Betul ?

Demikian pula manusia bisa bertahan dengan tenang dan damai di dunia ini karena cinta pula. Makanya Allah ngasih kita cinta, bukan untuk disalahkan cinta itu, bukan pula untuk diumbar rasa cinta itu. Sebab kalo pun disalahin atau dibiarin liar, cinta tetap cinta, jelas yang akan disalah atau dibenarkan adalah orang yang empunya cinta alias kita, manusia. Moga aja kita masih manusia...ups, jahat banget ya kedengarannya?

Tapi nggak koq, sebab banyak diantara kita yang kehilangan jati diri kita sebagai manusia. Buktinya? Manusia khan dibedakan dengan binatang karena kita dikasih akal oleh Allah. Nah, digunakan nggak akalnya untuk mengatur rasa cinta itu. Kalo kamu punya rasa cinta, itu sih artinya kamu memang normal. Cuma masalahnya, apakah kalo udah jatuh cinta, langsung diekspresikan dengan pacaran? Nggak lha yauw! Ada yang bilang pula, bahwa genta bukanlah genta sebelum dibunyikan. Lagu juga bukanlah lagu sebelum dinyanyikan. Nah, termasuk cinta, katanya cinta bukanlah cinta sebelum diekspresikan. He..he.. kalo diekspresikan dengan cara yang baik, it’s Ok dong. Tapi kalo diekspresikan seperti di acara “Katakan Cinta”nya RCTI aduh, tahan dulu deh. Jangan serampangan bikin keputusan. Sebab, bisa berabe akhirnya. Kita sih bukannya, sok tahu atao sok suci ngajarin kamu. But, memang acara kayak gitu jelas ngajarin nggak bener.

Ada yang bilang, acara seperti “Katakan Cinta” adalah acara kreatif dan berani dalam menyatakan cinta. Tapi ngomong-ngomong sekreatif dan seberani apapun kalo namanya dosa tetap aja dosa. Masak berbuat dosa aja pake berani apalagi kreatif, khan nggak lucu. Betul apa betul?
Betul, masalahnya nggak berhenti di situ. Sebab, dengan digelarnya acara tersebut justru ngasih jalan mulus buat remaja yang mau nyari pasangan. Seterusnya? pacaran deh. Padahal kita udah ngeh, bahwa yang namanya pacaran tuh banyak sisi gelapnya. Nggak percaya? Jangan dicoba!

Liat aja, pacaran biasanya menggunakan prinsip 3 T alias ta’aruf (pengenalan), taqarrub (saling mendekat), dan tak tubruk, seperti itu adalah jalan tol menuju pergaulan bebas. Apalagi ditambah dengan mengamalkan prinsip manajemen; ‘sedikit bicara banyak bekerja’. Walah, mulanya sih tangan aja yang bekerja, tapi akhirnya yang laennya khan ikut kegatelan. Kalo udah gitu siap-siap aja tutup mata, soalnya makin serem aja. Adegan 17 tahun keatas bisa terjadi tuh, Hih...ati-ati deh. Naudzubillahimin dzalik!

Sobat, sekali lagi jangan salahkan cinta. Kalo sampai terjadi perzinaan itu mah, bukan salah cintanya, tapi salah kamunya yang terlalu bebas mengumbar rasa cinta. Makanya jauh-jauh, Islam udah mewanti-wanti kita, seperti firman Allah :
“Jangan kamu mendekati zina, karena sesungguhnya itu merupakan perbuatan keji dan seburuk-buruknya jalan” (TQS. al-Isra 32)

Tuh khan, dekat aja kita kagak boleh, apalagi sampe ngelakuin, wuih bisa berabe emang akibatnya. Liat aja perut anak-anak gadis udah pada buncit, bukan karena penyakit busung lapar atau kena sengat tawon super jumbo, tapi karena hamil pra nikah. Ya, kalo mereka seumuran kamu yang masih sekolah, tentu malu dong kalo ke sekolah bawa momongan, bawa susu buat anaknya, bisa-bisa malah dikeluarin dari sekolah. Biasanya pilihan bagi pasangan yang hamil diluar nikah adalah mengaborsi jabang bayi yang masih ada dalam kandungannya. Gile bener!

Makanya sobat, kamu udah tahu khan gimana akibatnya kalo berdekatan ama zina, mending nggak usah dekat-dekat, tinggalin aja sekalian sejak sekarang, mumpung semuanya belum terlampau jauh. Nggak rugi koq, kalo kamu mau cepat ninggalin aktivitas itu, sebab selain kamu masih muda dan tentunya masih sekolah. Nantinya kamu juga akan bisa menemukan cinta sejati bersama orang yang bener kamu cintai. DIJAMIN !!!

Lagian, buat kamu yang masih sekolah, nggak perlu en nggak layak kalo udah mikirin gandengan or gebetan. Prioritasnya belajar dulu yang betul. Sekalian “belajar” nyari jodoh yang betul itu gimana, ya nggak friend? Sebab Allah juga sudah berjanji bahwa Allah akan memasangkan yang baik-baik dengan yang baik-baik pula. Maka, cara nyarinya juga kudu dengan jalan yang baik. Simak juga firman Allah Swt.:

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki- laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” (TQS an-Nûr 26)

Detik-Detik yang Sangat Berharga

Seorang menteri di Baghdad telah berlaku lalim terhadap kekayaan seorang wanita tua. Hartanya dirampas dan semua hak wanita itu dirampok. Tapi si wanita itu dengan berani mengadukan kelaliman itu kepada menteri dimaksud sambil menangis dan memprotes kekejamannya. Sang menteri sama sekali bergeming dan tak menyadari kekejamannya terhadap si wanita.

Wanita itu kemudian mengancam, "Jika engkau tidak menyadarinya juga, aku akan memohon kepada Allah agar engkau celaka." Menteri itu malah tertawa terkekeh-kekeh dan mengejek wanita itu seraya berkata dengan angkuh, "Berdoalah di sepertiga akhir malam." Wanita itupun pergi meninggalkannya.

Setiap hari, pada sepertiga malam terakhir, ia selalu berdoa. Tak berapa lama kemudian, menteri itu dimakzulkan, dan seluruh hartanya disita. Ia diikat di tengah pasar dan dicambuk sebagai hukuman ta'zir atas kejahatannya kepada rakyat. Pada saat itu si wanita tua lewat, dan melihat siapa yang diikat. Katanya, "Engkau benar. Engkau telah menganjurkan kepadaku untuk berdoa di sepertiga malam terakhir, dan terbukti sepertiga terakhir malam itu memang waktu paling baik."
***
Sepertiga malam itu sangat mahal dalam kehidupan kita, sangat berharga. Sebab itulah Rabb Yang maha Mulia berfirman. "Adakah seseorang yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku berikan apa yang dia minta, adakah orang yang meminta ampun kepada-Ku sehingga aku ampuni dia, dan adakah orang yang berdoa kepada-Ku lalu Aku kabulkan doanya."

Sedari remaja, dan dari sekian banyak cerita yang pernah saya dengar, ada sebuah peristiwa yang sangat membekas dalam hidupku yang tidak mungkin saya lupakan. Yang saya rasakan saat itu adalah bahwa tak ada yang lebih dekat daripada Dzat Yang Maha Dekat, yang memiliki jalan keluar, pertolongan, dan kebaikan.

Ceritanya begini, waktu itu saya bersama sejumlah pumpang lainnya terbang dari Abha menuju Riyadh, bertepatan dengan pecahnya Krisis Teluk. Di dalam pesawat yang sedang terbang itu, dikabarkan kepada seluruh penumpang bahwa pesawat akan kembali ke bandara Abha karena ada kerusakan. Kamipun kembali ke Abha, dan kru memperbaiki pesawat.

Setelah kerusakan diperbaiki, kami terbang lagi. Namun ketika kami sudah mendekati Riyadh, roda pesawat tak mau turun. Selama satu jam, pesawat hanya berputar-putar di atas kota Riyadh. Pilot telah berusaha melakukan pendaratan sebanyak sepuluh kali namun setiap kali sudah dekat ke landasan dan berusaha mendarat selalu gagal, dan pesawatpun terbang lagi. Saat itu kami panik, dan banyak diantara kami yang sudah pasrah.

Para penumpang wanita menangis. Saya lihat air mata mengalir deras di pipi. Kini kami berada di antara langit dan bumi menunggu kematian yang bisa lebih cepat dari kerdipan mata. Teringat olehku segalanya, namun tak ada yang lebih baik dari amal shaleh. Hati saya segera tertuju kepada Allah dan alam akhirat. Dan, dunia menjadi sangat tidak berharga. Saat itu, yang selalu keluar dari bibir kami adalah, Laa Ilaaha ilallallaah wahduhu laa syariikalah lahul mulk wa lahul hamd wa huwa'alaa kulli syai'in qadiir (Tidak ada Ilah selain Allah, satu-satunya, tiada sekutu bagi-Nya, kepunyaan-Nya semuau kerajaan dan pujian, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu).

Kalimat ini meluncur dengan jujur dari bibir kami. Seorang Syaikh yang sudah berumur berdiri dan berseru kepada seluruh penumpang untuk meminta perlindungan kepada Allah, berdo'a kepada-Nya, memohon ampunan-Nya, dan bertobat atas segala kesalahannya.
Allah sendiri telah menjelaskan tentang sifat manusia, Maka tatkala mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya (QS Al-'Ankabut: 65)

Kamipun berdoa kepada Dzat Yang Mengabulkan doa orang yang dalam keadaan terjepit, seperti yang dilakukan oleh orang yang terjepit. Kami betul-betul khusyu' dalam doa kami. Tak berapa lama, pada usaha yang kesebelas dan keduabelas kami bisa mendarat dengan selamat. Ketika turun dari pesawat kami seperti baru saja keluar dari kuburan. Jiwa kami kembali seperti sedia kala, air mata sudah mengering, dan senyuman kembali mengembang. Sungguh agung kebaikan Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi itu.

Berapa banyak kita memohon kepada Allah saat bahaya menimpa, tatkala bencana itu hilang kita melupakan-Nya.
Di lautan kita berdoa kepada-Nya agar kapal kita selamat, namun ketika sudah kembali ke darat kita durhaka kepada-Nya.
Kita menaiki angkasa dengan aman dan santai, tidak jatuh karena Yang menjaga adalah Allah.
Semua ini adalah kebaikan dan bantuan Yang Maha Pencipta.
***




Sumber: Laa Tahzan, karya Dr. Aidh Al-Qarni, terbitan Qisthi Press.

Minggu, 23 Mei 2010

ISTIMEWANYA WANITA ISLAM

(Teruntuk: Saudari ku yang ku cintai karena Allah)


Kaum feminis bilang susah jadi wanita ISLAM, lihat saja peraturan dibawah ini :

1. Wanita auratnya lebih susah dijaga berbanding lelaki.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah
tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya kurang berbanding lelaki.
4. Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan
anak.
6. Wanita wajib taat kpd suaminya tetapi suami tak perlu taat pd
isterinya.
7. talak terletak di tgn suami dan bukan isteri.
8. Wanita kurang dlm beribadat karena masalah haid dan nifas yg tak
ada pada lelaki.

makanya mereka nggak capek-capeknya berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN WANITA ISLAM"

Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya)??

Benda yg mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yg teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan?

Itulah bandingannya dgn seorg wanita. Wanita perlu taat kpd suami tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapaknya. Bukankah ibu adalah seorang wanita?

Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, manakala lelaki menerima pusaka perlu menggunakan hartanya utk isteri dan anak-anak.

Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di mukabumi ini, dan matinya jika karena melahirkan adalah syahid.

Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita ini: Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya.

Manakala seorang wanita pula, tanggungjawab terhadapnya ditanggung oleh 4 org lelaki ini: Suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.

Seorang wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui mana mana pintu Syurga yg disukainya cukup dgn 4 syarat saja : Sembahyang 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat suaminya dan menjaga kehormatannya.

Seorg lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH akan turut menerima pahala seperti pahala org pergi berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya ALLAH ... demikian sayangnya ALLAH pada wanita .... kan?

RAHASIA MALAM

Singkaplah Rahasia Malam......

Malam.....
hamba yang merindukan Tuhan. Tapi adakalanya kesempatan bagi pendosa yang menyangka malam dapat melindungi ia dari penglihatan Tuhan-Nya.

Kesunyian ditunggu oleh sepasang kekasih memadu kasih. Cumbu rayu menjadi bisikan yang gemersik menyuburkan kasih. Dan malam datang menjanjikan saat itu. Saat hamba berdiri, duduk dan baring menyebut nama Allah yang satu.

Habibah Al-Adawiyah merintih di waktu malam: "Tuhanku, bintang-bintang telah menghilang di balik awan. Mata insan telah tidur lelap. Pintu-pintu istana para maharaja telah terkunci. Lalu setiap kekasih telah berdua-duaan dengan kekasihnya. Dan inilah aku tampil menghadap-Mu....."

Dan malam juga adalah detik hamba yang berdosa rujuk pada keampunanNya. Lalu dalam derai air matanya yang gugur di dada malam meluncurlah kata-kata penyesalan atas keterlanjuran dan kesalahan. Seolah-olah terdengarlah di telinganya makna sebuah firman, "Demi malam apabila telah sunyi, Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tidak pula membenci kamu."
-- Ad-Dhuha.

Malam....

Kalau ia dipenuhi ribut petir yang dahsyat, kenangilah azab Tuhanmu. Kalau ia dihiasi bulan dan bintang, haraplah rahmat-Nya. Keindahannya biar menerangi hatimu, kegelapannya usah menghitamkan amalmu.
Uwais Al-Qarni menyambut kedatangan malam dengan katanya, "Ini malam rukuk," lalu beliau pun sembahyang dengan rukuknya yang panjang hingga menjelang fajar.

Di malam yang lain ia berkata, "Inilah malam sujud." Lalu sujudlah beliau sepanjang malam sampai fajar tiba sebagai pamit kepada malam hingga beransur hilang. Itulah malam pada Uwais Al-Qarni. Awas! kedatangan malam mungkin seiring dengan saat kematian. Tidurmu mungkin untuk selama-lamanya. Kegelapan malam mungkin bersambung ke alam kubur. Dan malam itu terakhir buatmu selama di dunia. Mungkin karena menyadari hakikat inilah Rasulullah (saw) pernah mengajar kita berdoa ketika mau tidur, "Ya Allah, dengan nama-Mu Yang mematikan dan Yang menghidupkan."

Esok ketika bangun dari tidur kita dianjurkan berdoa, "Syukur kepada Allah yang menghidupkan kita setelah kita dimatikan. Dan kepada-Nyalah kita akan dikembalikan." Tidur adalah lambang kematian. Dan malam, ketika memejamkan mata di waktu malam, kenangilah walau sedetik saat kematian. Mudah-mudahan kau dapat merasakan seperti yang dialami oleh seorang wali Amir bin Abdullah: "Tidak ada aku lihat sesuatu yang dinamakan syurga, di mana pencarinya asyik tidur. Dan tidak pernah pula aku lihat sesuatu yang dinamakan neraka, di mana orang yang hendak menghindarinya asyik tidur saja."

Malam adalah pesta ibadat bagi kekasih-kekasih Allah. Di sana mereka memperoleh ketenangan. Ketenangan yang abadi.... kebahagiaan yang hakiki.

Cara mencari calon pendamping hidup

Apabila seseorang membangun rumah, tentu saja dia akan mengadakan beberapa pilihan. Mulai dari lokasi bangunan yang akan didirikan, sampai kualitas bahan bangunan sampai kemudian menjadi sebuah bangunan yang utuh. Demikianlah kita mengadakan seleksi dari rumah yang sekedar menaungi kehidupan di dunia. Apalagi kalau kita ingin membangun sebuah rumah tangga yang tidak hanya menaungi kita di kehidupan dunia, namun kehidupan anak-anak keturunan kita sampai kelak hari kiamat.

Oleh karena itu kita ingin berbagi-bagi ilmu bagaimana memilih jodoh menurut agama islam. Zuyyina lin naasi khubbus syahawati minan nisaa ( manusia apapun jenisnya selama masih berkaki 2 secara fitrah dihiasi perasaan cinta kepada perempuan, begitu juga sebaliknya). Karena cinta akan merubah segala-galanya, ada yang mendorong ke arah kebaikan namun ada juga yang mendorong kepada dosa. Maka disini kita akan membahas cinta dalam artian positif yang membawa kebaikan sampai kiat-kiat mencari calon pendamping hidup yang harus kita cintai.

Cinta dalam artian positif dapat memberi keindahan, memberi energi untuk berjuang, dan tentunya cinta membutuhkan pengorbanan. Seseorang yang lemah akan menjadi kuat, yang penakut menjadi pemberani, yang jauh akan terasa dekat karena cinta.

Alangkah indahnya kalau cinta ini disalurkan kepada cinta agama. Sholat terasa indah, puasa terasa nikmat, tahajud jadi penenang hati, zakat terasa indah. Persis kalau kita cinta kepada gadis/ pemuda pujaan hati, meski tampang pas-pasan (kalau gak ingin disebut jelek) karena cinta akan kelihatan cantik/ tampan. Meski rumahnya jauh, gunungpun kan kudaki lautpun kuseberangi untuk menemui sang pujaan hati.


Itulah cinta sanggup membuat orang berkorban, melahirkan energi, menambah keindahan dalam kehidupan.
Namun di zaman sekarang orang sering salah jalan bagaimana memilih jodoh untuk membangun rumah tangga yang bahagia. Janga lupa, membangun rumah tangga bukan untuk kehidupan 1 atau 2 bulan, 1 atau 2 tahun, bahkan bukan cuma untuk kehidupan dunia! Namun untuk kehidupan akhirat juga. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam memilih jodoh, diperlukan penelitian dan pengamatan yang mendalam.

Menurut agama nikahilah seseorang karena wajah, harta, nasab, dan agamanya (ada 4 kriteria memilih jodoh).

Yang pertama, pilihlah wajahnya yang cantik/ tampan (biar gak bosen di rumah, biar kita betah di rumah, ada tempat bernaung, tempat curhat berbagi rasa suka dan duka).

Namun ingat, jangan dijadikan proritas utama. Karena wajah yang cantik/ tampan akan berubah seiring bertambahnya umur berkurangnya usia.

Alhamdulillah kalau cantik rupa diringi cantik budi pekerti.

Yang kedua, carilah anak orang kaya. Namun ingat, jangan dijadikan patokan karena kekayaan bisa mendatangkan kesombongan! Tanpa harta memang orang sulit bahagia, namun harta bukanlah jaminan orang bisa hidup bahagia. Banyak orang miskin yang kaya, tapi tidak sedikit orang kaya yang miskin (maksudnya orang miskin kaya hati dan orang kaya yang kurang bersyukur). Lebih baik miskin harta kaya budi daripada kaya harta miskin budi. Lebih utama lagi kaya harta kaya budi.

Yang ketiga, faktor keturunan. Pepatah mengatakan buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Biasanya anak merupakan hasil fotokopian kelakuan orang tuanya. Kalau orang tuanya sholih insyAlloh anaknya pun ikut sholih. Namun demikian faktor keturunan bukanlah faktor dominan karena segala sesuatu sangat tergantung hidayah Alloh SWT. Bisa jadi orang tuanya maling anaknya jadi kyai/ ulama, bahkan anak nabi pun bisa ikut-ikutan orang kafir. Pada akhirnya orang mau besar atau tidak ditentukan kepribadian orang itu sendiri.
Iman harus dicari, tidak bisa diwarisi dari ayah yang bertaqwa.
Namun mudah-mudahan dari benih yang baik akan melahirkan keturunan yang baik pula. Amiin…

Yang terakhir, faktor agama. Inilah faktor yang harus dijadikan prioritas utama menentukan calon pendamping hidup. Disinilah segala sesuatunya ditentukan. Wajah tampan/ cantik, anaknya orang kaya, keturunan orang sholih, namun kalau dia sendiri agamanya rapuh maka ketiga kriteria sebelumnya hanya akan mendatangkan malapetaka.

Namun jangan harap ada 4 kriteria di atas terkumpul pada diri seseorang, manusia langka. Kadang ada orang ganteng, kaya, namun akhlaknya kurang baik (na’udzubillah kalau dia sudah berlainan akidah dengan kita/ nikah lintas agama). Ada juga orang tampang pas-pas an, gak begitu kaya buat makan aja susah, namun agamanya kuat. Bermacam-macam kondisi sesorang di dunia ini.

Mbak2ku...aa2ku…
Sekali lagi diingatkan, carilah pendamping hidup yang sholih/ sholihah. Ingatlah, rumah tangga bukanlah permainan cinta semu asal suka layaknya anak muda pacaran saat ini. Namun rumah tangga yang bisa membawa kita kepada kebahagiaan hidup di dunia lebih-lebih kebahagiaan di akhirat.

Semoga kita semua dipertemukan dengan pendamping hidup yang kekal menemani kita di dunia, sampai kelak dipertemukan kembali di taman syurga firdaus Alloh ‘Azza wa Jallaa..
Amiin ya robbal ‘alaminn…. Kabulkan doa kami.

SETEGUH GUNUNG UHUD

Di antara ciri orang mukmin adalah berpendirian teguh, pantang menyerah, tidak kenal mundur, dan punya keinginan yang kuat. Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu. (QS Al-Hujuraat: 15).
Sedangkan ciri orang munafik adalah: Karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguan. (QS At-Taubah: 45). Keputusan yang mereka buatpun tidak lurus. Ketika keputusan itu ada di belakang mereka maka merekapun mengingkarinya, dan ketika mereka berjanji maka mereka akan melanggarnya.
Wahai hamba Allah, ketika kilat kebenaran itu menyala terang, zhann yang ada dibenakmu itu lebih kuat, dan manfaat-manfaat yang bisa diraih jelas maka lakukanlah dengan tanpa mempertimbangkan ini itu lagi dan jangan ditangguhkan. Buanglah kata "seandainya", "kelak akan", dan "bisa jadi", melajulah seperti pedang di tangan seorang pahlawan.
Ada seorang suami yang selalu ragu untuk menceraikan isterinya yang telah membuatnya merasa tua dan miskin. Suami itu pun mengadukan permasalahannya kepada hakim. Hakim bertanya, "Berapa tahun engkau hidup bersama isterimu ini?" Jawab sang suami, "Empat tahun." Hakim itu bertanya keheranan, "Selama empat tahun, dan engkau mampu menelan pil kehidupan?"
Memang benar ada yang disebut kesabaran, ketabahan, dan penantian. Tapi, sampai kapan? Hanya orang yang peka yang tahu apakah sesuatu itu sempurna atau tidak, baik atau tidak, bisa dilanjutkan atau tidak? Saat itulah dia akan segera mengambil keputusan.
Seorang penyair berkata: Obat penawar bagi yang tidak disukai adalah segera melepaskannya.
Dari cerita-cerita tentang perjalanan hidup orang bisa ditarik garis besar bahwa keraguan dan kebingungan itu menyerang umat manusia kapan saja. Namun umumnya umat manusia itu mudah sekali ragu dan bingung.
Pertama, pada saat menentukan tempat belajar dan spesialisasi yang akan diambil. Rata-rata calon mahasiswa ketika harus masuk pendidikan tinggi, tidak tahu harus mengambil jurusan apa, dan itu makan waktu lama untuk menimbang dan memilih. Banyak mahasiswa yang membuang-buang waktunya hingga bertahun-tahun karena ragu jurusan apa yang harus dipilih dan fakultas mana yang harus dimasuki. Ada sebagian yang ragu sebelum mendaftar, sampai akhirnya waktu pendaftaran habis. Dan, ada juga masuk jurusan apa saja, dan hanya betah setahun dua tahun. Pertamanya, masuk fakultas syariah, kemudian berpaling ke fakultas ekonomi, dan setelah beberapa semester pindah ke kedokteran. Usianya pun habis terbuang untuk berpindah-pindah jurusan.
Seandainya dari awal mau mempelajari kemampuan dirinya, bermusyawarah, dan sering melakukan istikharah, kemudian tidak menoleh kanan kiri, niscaya akan bisa menghemat umurnya dan akan memperoleh apap yang dia inginkan dari spesialisasi yang diambilnya.
Kedua, pada saat memilih pekerjaan yang sesuai. Sebagian orang ada yang tidak tahu apa profesi yang cocok untuk dirinya. Saat sudah menjadi pegawai, ia masuk ke perusahaan. Tak berapa kemudian ia keluar dari perusahaan itu untuk merintis usaha dagang. Karena tidak tahu apa yang harus dilakukannya dalam dagang maka ia pun bangkrut, dan jatuhlah miskin. Dan, terakhir, malah luntang lantung tak punya pekerjaan.
Saya tegaskan di sini, siapa dibukakan pintu rezki, maka hendaklah ia menekuninya. Itu berarti, rezkinya memang ada di pintu itu. Karena siapa pun menekuni satu bidang kerja niscaya akan datang kepadanya kemudahan, pertolongan dan hikmah.
Ketiga, pada saat menentukan untuk menikah. Banyak pemuda yang maju mundur dalam menentukan isteri. Terkadang pendapat orang lain masuk mempengaruhi penentuan pilihan. Menurut bapak, ada seorang wanita yang cocok untuk anaknya, namun itu bukan pilihan anak yang bersangkutan dan tidak disetujui ibunya. Mungkin saja si anak (terpaksa) setuju dengan pilihan bapaknya, tapi akhirnya rumah tangga anaknya tidak sesuai dengan yang diharapkan dan dikehendaki.
Nasehat yang bisa saya sumbangkan adalah bahwa Anda jangan maju, khususnya, dalam masalah pernikahan kecuali dari sisi agama, kecantikan, dan kepribadian sudah bisa diterima. Sebab masalah pernikahan adalah masalah kelangsungan hidup si wanita, dan bukan sesuatu yang ketika tidak lagi berharga, lalu dengan bebas dicampakkan begitu saja.
Keempat, pada saat hendak menjatuhkan talak. Sehari berikutnya sudah bulat keinginannya untuk berpisah, sehari kemudian ingin hidup bersama lagi, dan sehari berikutnya berkeinginan untuk mengakhiri kebersamaannya, dan hari berikutnya berkeinginan untuk memutuskan tali hubungannya. Dengan terlalu sering berubah pikiran seperti itu, maka diapun dilanda keletihan, dirundung panas jiwa, dan rusak cara berpikirnya. Semua itu, hanya Allah yang tahu.
Kesempitan jiwa ini harus diakhiri dengan keputusan yang pasti. Manusia itu hidup hanya sekali, hari-hari yang telah dilaluinya tidak akan berulang, jam-jam yang sudah lewat tidak akan kembali lagi. Karenanya, ia harus berusaha menikmati waktu-waktu yang tidak akan kembali itu dan agar waktu-waktu itu menghantarkan kita kepada kebahagiaan dengan cara menetapkan keputusan.
Ketika orang muslim itu telah menetapkan keinginannya, membulatkan tekad, dan bertawakal kepada Allah setelah sebelumnya beristikharah dan meminta rekomendasi dari sana-sini, maka ia sebagaimana dikatakan di muka, jika mau maka ia akan meletakkan matanya di antara dua keinginannya, dan mau tahu apa akibat yang mungkin terjadi.
Ia melaju bagaikan aliran air, meluncur ke depan bagaikan sabetan pedang, kokoh bagaikan jaringan waktu, dan memancar bagaikan pancaran fajar.
Sebagaimana terbayang dalam ketegasan Nuh a.s. menghadapi kaumnya yang benci, ...karena itu bulatkanlah keputusanmu dan (kumpulkanlah) sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku). Kemudian janganlah keputusanmu itu dirahasiakan, lalu lakukanlah terhadap diriku, dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. (QS Yunus: 71).
Dr. 'Aidh al-Qorny
Dari buku Laa Tahzan (Jangan Bersedih!), penerbit Qisthy Press

Mujahid Ngampar

"A, ini ada surat dari saya, tapi jangan dibuka, nanti saja dibacanya setelah Aa tiba di Bandung."
Demikian ucapan yang diucapkan teman saya, mengutip ucapan istrinya yang saat ini sedang ada di Tangerang di rumah orang tuanya, mengawali perbincangannya dengan saya beberapa hari yang lalu, ketika kami bertemu di acara kajian rutin pekanan.
Maka setelah di Bandung, dibacalah surat tersebut yang merupakan surat dari istrinya yang sedang menunggu saat-saat kelahiran anak pertama mereka.
"A, bila Allah menakdirkan saya meninggal pada saat melahirkan nanti, saya rela meninggalkan dunia ini asal anak kita selamat. A, bila saya meninggal nanti, titip anak kita, jaga dia dengan baik," demikian salah satu isi surat dari istrinya itu.
Maka menangislah si Aa tadi setelah membaca surat dari istrinya. Air mata seorang lelaki, air mata seorang suami, air mata seorang calon bapak yang sedang menunggu dengan harap-harap cemas akan kelahiran anak pertamanya, akan keselamatan istri tercintanya yang baru satu tahun dia nikahi. Karena dia tahu bahwa proses kelahiran anak pertama adalah sangat beresiko, bahkan setiap proses melahirkan anak, nyawa ibu dan bayi adalah taruhannya
Demikian sekelumit cerita dari teman saya, ketika akhirnya dia bercerita tentang kondisi terakhir dirinya. Sangat terharu saya mendengar ceritanya. Saya bisa membayangkan bagaimana kalau saya menjadi dia, walaupun saya belum pernah menikah.
Kemudian dia melanjutkan ceritanya, "Akhi... sekarang saya sedang berusaha mencari tambahan uang, untuk biaya persalinan istri saya nanti. Sekarang saya beralih sementara berjualan kantong kresek, mengedarkan ke toko-toko kecil. Alhamdulillah kelihatannya cukup prospektif, walaupun belum laku banyak," ungkapnya.
"Mmm...," guman saya dalam hati.
Yang saya tahu bahwa dia berprofesi sebagai pedagang keliling, berjualan dari satu tempat ke tempat lainnya, dari satu emperan jalan ke emperan jalan lainnya, dari satu emperan masjid ke emperan masjid lainnya, dengan menghamparkan tikar dan kemudian menggelar barang dagangannya.
Dia cukup senang ketika kami memanggilnya dengan sebutan "Mujahid Ngampar".
Pahamlah saya kemudian bahwa dia sedang kesulitan mencari bekal buat persalinan istrinya yang tinggal dalam hitungan hari. Pahamlah saya kemudian ketika beberapa waktu yang lalu dia menawar-nawarkan VCD Player bututnya pada kami. Pahamlah kemudian saya ketika dia menawar-nawarkan topi rimba-nya, yang kemudian saya beli dengan harga 5.000 perak. Pahamlah kemudian saya bahwa itu semua dilakukannya untuk mengumpulkan bekal buat persalinan istrinya, di samping tentunya untuk menyambung hidupnya sekeluarga, walaupun untuk makan ala kadarnya.
"Ya Allah, sungguh Engkau telah memberikan pelajaran berharga bagi saya lewat cerita teman saya ini."
Terkadang saya merasa paling menderita ketika tidak makan 3 kali sehari, padahal baginya makan roti seharga 500 perak sehari sekali adalah hal yang lumrah . Terkadang saya merasa susah hati ketika tidur bantalnya sedikit tidak empuk, padahal dia tidur di mesjid beralaskan lantai yang dingin sangatlah sering.
Kadang saya merasa bangga sudah berdakwah dengan mengirimkan SMS berisi penggalan Hadist atau kutipan ayat al-Qur'an, yang belum tentu sudah saya amalkan. Padahal dia, kesulitan ekonomi tidak menghalanginya untuk berdakwah secara real di masyarakat, bahkan cukup banyak dia memiliki binaan dakwah, padalah usianya masih cukup muda, 23 tahun.
Kadang saya... ahhhh... malu rasanya untuk mengungkapkan semuanya.
Ya Allah... Saya takut kenikmatan yang Engkau berikan saat ini adalah untuk membalas sedikit amal yang pernah saya lakukan, dan di kemudian hari ketika nyawa ini dicabut, sudah impas, tidak memiliki amal kebaikan, hanya setumpuk dosa yang saya bawa sebagai beban di kemudian hari nanti.
Astagfirullah... Ya Allah, ampunillah dosaku.
Sangat mungkin kondisi teman saya tadi adalah cara Allah untuk menghapus dosanya, sehingga kemudian ketika dia meninggal nanti, dia sudah tidak punya dosa lagi, hanya tumpukkan amal kebaikan yang dia bawa nanti. Allahu a'lam
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (Al Baqarah-286)

Sumber : Era Muslim 01/06/2004

(untuk seorang al-Akh, saudaraku... yang sedang menunggu )

Ikhwan-Akhwat Blacklist [CurHat]

Bismillahirrahmanirrahiim..

Mungkin lucu yaaah kalo ikhwan akhwat yang notabene orang yang alim tapi juga bisa genit hihihi.....Mungkin aja looo kan mereka juga manusia, punya rasa punya hati hehehe. Ikhwan kalo arti yang bener itu saudara laki – laki, tapi kalo di Indonesia ikhwan itu pastinya beda yaitu cowok yang biasanya pake baju koko,celana gantung melihara jenggot de el el.

Kalo pake celana levis gondrong pake baju kaos oblong ga dianggep ikhwan ( padahal kalo berjuang demi islam paling depan ). Trus kalo akhwat arti yang bener saudara perempuan, yaaa kalo di Indonesia yang biasa pake jilbab ( bukan kerudung atau burqa ) pandangan nunduk terus ( duitnya jatoh kali ! ) dan tertutup banget deh.trus apa hubungannya dengan genit ??? mereka genit ???

Emang sih si ikhwan mungkin ga bilang ma akhwat

trus gimana kalo mereka lagi genit??? bukannya genit tapi gombal yang “islami”....af1(afwan) kalo bilang gombal tapi memang kenyataannya, bahkan mereka seperti ini ini termasuk ikhwan blacklist...ikhwan yang bisa ngerusak ikhwan lainnya. Akhwat juga sama..Yuk kita intip

SUKA SMS ATAU CHAT YANG GA JELAS
Ini ciri – ciri menonjol dari IBL ( ikhwan blacklist ) suka sms-an atau chat yang ga penting sama akhwat ( sama aja akhwatnya juga ! huh ) pertama chatting bilang “salam ukhuwah yaa ukh” eeehh akhwatnya juga futur hatinya gara – gara lihat profilenya “tinggi 185cm keturunan Arab lagi menyesaikan S2 di Al-Azhar, kebetulan lagi libur panjang jadi pulang ke Indonesia”padahal kalo akhwat ketemu ikhwan item pendek bilangnya jaga pandangan tapi lihat ikhwan kaya di atas luntur hatinya hehehehe....

“hari sudah malam ukh,sholat witir dan lansung tidur dan jangan lupa berdo'a agar mimpi indah”......
akhwatnya bales lagi
“Jazakallah akhi,akhi juga yaaah” ( Gubrak ! )

eeeeeh gamau kalah sama orang pacaran jam 2 pagi misscalin abis itu sms-an lagi “ukh dah bangun?, jangan lupa tahajud?”
di ladenin lagi ma akhwatnya
“sudah kuq, ana habis wudhu nih baru mau sholat, akhi sudah?”

“Alhamdulillah sudah ukh!” GEDUBRAK ( lebih parah dari gubrak )

Kalian mau tau kan pacaran yang “islami” ????? tuh contohnya

“si Ani jalan mundur , hari gini dah tidur ?”
“si Emen julan tomat, cemen amat”
“buah aren dimakan rusa,orang keren lagi buang pulsa” hehehe


TAAT KALO ADA YANG LIHAT
Iklan banget ga sih? Aha bener kok...kalo ada akhwat buru – buru kaya jojon ditaekin celananya biar ga isbal hehehe.....kalo dateng buat halaqah ogah -ogahan soalnya ketemu sama yang sejenis, coba kalo lagi liqo waaaaah paling cepet kalo dateng, udah cepet datengnya duduknya dibelakang lagi biar bisa lirik – lirikan ( gaswat ) yang akhwat juga sama aja lagi mau aja ikut ngelirik juga ( ckckck... ) yang lebih parah lagi kalo rapat LDK akhwat sampe pulang malem juga mau ( astagfirullah ) kemana iffah ( harga diri )mu ukh ??? ( apa ga masuk waktu halqah tentang iffah ? ).

Oh. . .Akhwat

Oh… Akhwat
Wanita anggun pembasmi maksiat
Busananya rapi menutup aurat
Paling anti pake pakaian ketat
Katanya sich, ini salah satu ciri muslimah yang taat

Oh… Akhwat
Rajin mengaji dan tahajud dimalam yang pekat
Alasannya, biar selamat dunia dan akhirat
Ngga lupa dia doa dan munajat
Agar mendapat teman sejati dalam waktu cepat

Oh… Akhwat
Aktivitasnya begitu padat
Kuliah, organisasi sampe-sampe sehari 3 x ngikutin rapat
Ada juga yang ngajar TPA dan ngajar privat
Demi Allah, semua dilakukan dengan semangat

Oh. . .Ikhwan

Oh.. Ikhwan
Apa bedanya dengan Si Marwan
Si Ali, Paijo atau Si Iwan
Oh ternyata Cuma beda sebutan

Oh.. Ikhwan
Walaupun tidak terlalu rupawan
Alias modal tampang pas-pasan
Tetep aja tebar senyuman

Oh.. Ikhwan
Gayanya sih bisa ketebak dan ketahuan
Jenggot melambai, baju koko & mata kaki keliatan
Kalo ngomong pake ane, antum, afwan-afwan

Oh.. Ikhwan
Sudah banyak yang bertebaran
Ada di masjid, kampus bahkan perkantoran
Sering kali ada yang getol nyari penghasilan
Ngga taunya nyari modal buat walimahan

Oh.. Ikhwan
Kalo lagi aksi, semangatnya nggak diragukan
Pekikan takbir selalu di kumandangkan
Ngomong2… kamar dikosan kok berantakan?
(Aduh.. pulang jangan lupa diberesin Wan!)

Oh.. Ikhwan
Sepekan sekali ikut kajian
Hujan dan badai nggak jadi halangan
Juga ngga ketinggalan tiap acara kepartaian
(Tapi.. cuci dulu tuh baju rendeman..!)

Oh.. Ikhwan
Pagi-pagi jarang sarapan
Alesannya males masak atau belum dapet kiriman
Akhirnya kena sakit magh sama panuan
( Kok yang terakhir nggak nyambung Wan!)

Oh.. Ikhwan
Jarang banget yang mata duitan
Demi dakwah, hati ikhlas tanpa harap imbalan
Walau kerasa, nih perut keroncongan
( Laporan aja Wan! Sama anggota dewan)

Oh.. Ikhwan
Anehnya kalau lagi jalan
Ngukurin tanah ape nyari duit jatoh sih wan?
Ooohh.. ternyata dia lagi jaga pandangan!!
Hati-hati Wan, awas nginjek gituan!!

Ikhwan… ikhwan….
Lucunya kalo ada akhwat berpapasan
Langsung minggir! Nunduk, acuh tak acuh kaya musuhan
( Gubrak..!! Suara apaan tuh Wan? )
Eh.. si ukhti jatuh, kagak ngeliat ada selokan

Ikhwan… ikhwan…
Uniknya kalo lagi rapat gabungan
Pake pembatas alias hijab biar nggak bisa lirik-lirikan
Sering juga rapatnya peke SMSan
Kadang SMSnya malem2 sambil bangunin tahajudan
Upppss.. Yang ini cuma sesama ikhwan kan..??

Oh.. Ikhwan
Badannya ade yang keker mirip binaragawan
Oh ternyata dia instruktur kepanduan
Biar di keroyok sama pereman
Kagak bakal panggil bantuan
( Abis.. udah ga bisa lari sih Wan! )

Oh.. Ikhwan
Jarang juga yang suka jajan
Mendingan nabung buat masa depan
Sekarang duitnya sudah banyak dalam celengan
(Eh, itu utang dibayar dulu Wan!)

Oh.. Ikhwan
Merasa sepi di tengah keramaian
Merindukan hadirnya bidadari penyemangat iman
Temen sekosan terasa sudah membosankan
Ditambah bisikan-bisikan setan yang kedengeran
Hemmm.. Istigfar Wan!

Oh.. Ikhwan
Pengen dapet istri yang wajahnya mirip artis di iklan
Yang nggak malu-maluin kalo diajak kondangan
Terus mulutnya yang nggak rame kaya petasan
Tiap 3 hari khatam Al Quran
Kelompok yang dibina udah lebih dar 20an
Setia sampe mati dan nggak mata duitan
Dan… setuju aja kalau suami mau cari istri tambahan

Oh.. Ikhwan

Tapi, seringnya harapan tidak sesuai kenyataan
Abis, nyari istri yang sempurna gitu kan kagak gampangan!
Apalagi kalo modalnya serba pas-pasan
Ya.. Murobbi juga nyariinnya bakal itung-itungan
Sabar deh Wan! Percaya aja sama yang Maha Rahman!

Oh.. Ikhwan
Nggak sengaja, liat ukhti minta bantuan
Jatoh dari motor masuk paretan
Hati berdebar mungkin ada harapan
Eeehh… taunya si Ukhti istrinya temen satu Liqo’an
(Gubrak..!! sungguh kasihan )

Huuhhh… Dasar Ikhwan!!!
Afwan ya Wan!! Cuma mainan
yang nulis juga ikhwan...^^

Renungan untuk Aktivis Dakwah

Assalamu’alaikum,
Bagaimana kabar iman hari ini…?
..dan..
Bagaimana dengan hati?
semoga Allah berikan ketetapan pada hati ini
untuk menyusuri jalan ini. . .
…walau terkadang
…fitnahan
hujatan
cacian dan makian
seringkali mewarnai
perjalanan panjang ini
dan raga,jiwa harta dan air mata. . .
telah kita persembahkan di jalan ini
hingga terkadang lelah, dan jenuh menghampiri setiap jejak perjuangan, mengarungi jalan ini
. . . . . . . . .
’sesungguhnya Allah telah membeli dari orang2 mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka . . .
mereka berperang di jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh…
…dan siapakah yang lebih menepati janjinya daripada Allah?
… maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan besar’ (Q.S. At-Taubah: 111)
saudaraku. . .
mari tanyakan pada hati kita . . .
pantaskah kita mengeluh. . .
dalam mengarungi jalan ini?
karena hakikatnya . . .
komitmen adalah sebuah totalitas perjuangan.. . .
. . .
dakwah ini . . .
ada atau tidaknya kita di sana. . .
dakwah akan tetap diperjuangkan. . .
tapi. . .
apakah syurga-Nya tidak begitu menggiurkan untukmu?

TIDAK AKAN MASUK NERAKA ORANG YANG MENANGIS KERANA TAKUTKAN ALLAH

Rasulullah S.A.W telah bersabda, "Bahawa tidak akan masuk neraka orang menangis kerana takut kepada Allah sehingga ada air susu kembali ke tempat asalnya."
Dalam sebuah kitab Daqa'iqul Akhbar menerangkan bahawa akan didatangkan seorang hamba pada hari kiamat nanti, dan sangat beratlah timbangan kejahatannya, dan telah diperintahkan untuk dimasukkan ke dalam neraka.
Maka salah satu daripada rambut-rambut matanya berkata, "Wahai Tuhanku, Rasul Engkau Nabi Muhammad S.A.W telah bersabda, sesiapa yang menangis kerana takut kepada Allah S.W.T, maka Allah mengharamkan matanya itu ke neraka dan sesungguhnya aku menangis kerana amat takut kepada-Mu."

Akhirnya Allah S.W.T mengampuni hamba itu dan menyelamatkannya dari api neraka dengan berkat sehelai rambut yang pernah menangis kerana takut kepada Allah S.W.T. Malaikat Jibril A.S mengumumkan, telah selamat Fulan bin Fulan sebab sehelai rambut."
Dalam sebuah kitab lain, Bidayatul-Hidayah, diceritakan bahawa pada hari kiamat nanti, akan didatangkan neraka jahanam dengan mengeluarkan suaranya, suara nyalaan api yang sangat menggerunkan, semua umat menjadi berlutut kerana kesusahan menghadapinya. Allah S.W.T berfirman yang bermaksud, "Kamu lihat (pada hari itu) setiap umat berlutut (yakni merangkak pada lututnya). Tiap-tiap umat diseru kepada buku amalannya. (Dikatakan kepadanya) Pada hari ini kamu dibalasi menurut apa-apa yang telah kau kerjakan." (Surah al-Jatsiyah ayat 28)

Sebaik sahaja mereka menghampiri neraka, mereka mendengar kegeraman api neraka dengan nyalaan apinya, dan diterangkan dalam kitab tersebut bahawa suara nyalaan api neraka itu dapat didengar sejauh 500 tahun perjalanan. Pada waktu itu, akan berkata setiap orang hingga Nabi-nabi dengan ucapan, "Diriku, diriku (selamatkanlah diriku Ya Allah) kecuali hanya seorang nabi sahaja yang akan berkata, "Umatku, umatku."
Beliau ialah junjungan besar kita Nabi Muhammad S.A.W. Pada masa itu akan keluarlah api neraka jahim seperti gunung-gunung, umat Nabi Muhammad berusaha menghalanginya dengan berkata, "Wahai api! Demi hak orang-orang yang solat, demi hak orang-orang yang ahli sedekah, demi hak orang-orang yang khusyuk, demi hak orang-orang yang berpuasa, supaya engkau kembali."

Walaupun dikata demikian, api neraka itu tetap tidak mahu kembali, lalu malaikat Jibril berkata, "Sesungguhnya api neraka itu menuju kepada umat Muhammad S.A.W"
Kemudian Jibril membawa semangkuk air dan Rasulullah meraihnya. Berkata Jibril A.S. "Wahai Rasulullah, ambillah air ini dan siramkanlah kepadanya." Lalu Baginda mengambil dan menyiramkannya pada api itu, maka padamlah api itu.
Setelah itu Rasulullah S.A.W pun bertanya kepada Jibril A.S. "Wahai Jibril, Apakah air itu?" Maka Jibril berkata, "Itulah air mata orang derhaka di kalangan umatmu yang menangis kerana takut kepada Allah S.W.T. Sekarang aku diperintahkan untuk memberikannya kepadamu agar engkau menyiramkan pada api itu." Maka padamlah api itu dengan izin Allah S.W.T.

Telah bersabda Rasulullah S.A.W, " Ya Allah anugerahilah kepada kami dua buah mata yang menangis kerana takut kepada-Mu, sebelum tidak ditemunya air mata."