Sabtu, 03 Juli 2010

Generasi Bebek? Enggak Lah Yaw!!!

Kalau kita lihat fakta generasi sekarang, mereka pada suka bercermin dengan gaya artis yang lagi trend, mulai dari gaya pakaiannya, gaya dandanannya, uh.. pokonya funky abis deh. Begitu juga dengan momen-momen yang berbau kebarat-baratan seperti Valentine Day alias 'Hari Kasih sayang' atau pesta Helloween yang banyak dirayakan di Metropolis ini. Berbagai tempat hiburan mulai dari restoran sampai departement store menyuguhkan berbagai atraksi dan pernik valentine, dari acara bagi-bagi bunga 'Kasih sayang', pemilihan pasangan model valentine, jamuan makan, hingga pesta atau bentuk hiburan lainnya.
**********

Kita sendiri tidak pernah tahu sejak kapan budaya memperingati Valentine Day tersebut masuk ke negeri ini. Tapi yang jelas… seperti yang dimuat dihampir semua media massa dinegeri ini, ternyata tidak sedikit saudara-saudara kita yang juga merayakannya. Entah dengan kirim kartu-lah, kirim bunga-lah, bikin pesta-kah atau pergi berdua dengan "pasangannnya". Dan sepertinya ini sudah tradisi bagi remaja-remaja kita sekarang, termasuk di dalamnya para generasi muda Islam. Mereka dengan senang hati mengekor pada budaya 'yang konon katanya dari barat' itu tanpa pingin tau sebenarnya apa sih Valentine Day itu, bagaimana sih hukum ikut- ikutan merayakannya dalam Islam? Trus sebenarnya layak nggak sih kita terus-terusan mengekor budaya Barat? Dan yang terakhir, bagaimana caranya supaya kita tidak lagi jadi mengekor budaya Barat tersebut?! Ternyata faktanya memang membuktikan kalau remaja- remaja muslim sekarang ini banyak yang ngekor budaya Barat. Kiblat mode itu di Paris ya kita yang di sini juga ikut-ikutan sama mereka, kagak peduli meski model bajunya kayak suku paling primitif di negeri ini. Nggak cuman itu saja tapi budayanya pun diambil mentah- mentah) contohnya ya..budaya merayakan Valentine, Hallowen, Happy Birthday, Candis Night Dinner, pacaran, dll. justru kalau ada yang tidak mengekor dibilang kuno. Nah, sebenarnya mengekor seperti itu apa benar menurut Islam?

STANDAR PERBUATAN SEORANG MUSLIM
Nah….sebenarnya, sebagai seorang muslim yang sudah bersyahadat, bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, maka tentunya wajib bagi kita semua untuk senantiasa berusaha menjalankan segala apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi segala apa yang dilarang-Nya. Setiap kali kita melakukan perbuatan, kita wajib tahu bagaimana hukumnya sebelum kita melakukan perbuatan itu. Sebagaimana suatu kaidah syari'at Islam yang menyatakan:

"Ashal (pokok/dasar) perbuatan adalah terkait dengan hukum-hukum syari'at Islam"

Nah… apakah itu urusan pakaian, cara berdandan, merayakan valentine, ataukah yang lainnya kita cari dulu hukumnya apa dan gimana Islam mengatur semua itu. Bukankah Islam itu bisa menjawab segala macam permasalahan apapun?!! So, jangan takut tidak bisa ketemu hukumnya apa… . Seorang muslim tidak akan pernah berkiblat ke Paris, Amrik, Jepang, dll. Kiblatnya adalah Islam.

Kalau kita fahami nash-nash syara' yang lebih dalam lagi, akan kita dapati aturan yang lebih tegas lagi terhadap masalah ini, antara lain firman Allah SWT :

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertnggung jawabannya." (TQS Al Isra':36)

Juga firman Allah SWT :

"… Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu (keterangan-keterangan), sesungguhnya kamu kalau demikian termasuk golongan orang-orang dholim." (TQS Al Baqarah"145)

Tidak bolehkah kita mengambil, atau meniru atau menggunakan alat- alat yang diproduksi oleh orang Barat? Bukankah pesawat, televisi, komputer, robot, paku, kancing, kain dan masih banyak lagi barang- barang yang dibikin oleh orang-orang barat atau orang kafir yang lain yang tidak kita buat? Apa kita sama sekali tidak boleh mempergunakannya atau memakainya?

PERADABAN, APA ITU?
Kalau kita mau mencermati dengan teliti kehidupan yang kita (manusia) jalani, maka kita akan sampai pada suatu kesimpulan bahwa kita adalah suatu komunitas yang beradab, yang berbeda dengan makhluk-makhluk lain seperti hewan ataukah tumbuhan. Kita punya peradaban, sedang hewan atau tumbuhan tidak. Dengan peradaban itu, kita bisa membedakan satu kaum dengan kaum yang lainnya, juga satu bangsa dari bangsa lainnya. Karena peradaban itu adalah suatu ide/pemahaman tentang kehidupan, yang antara satu bangsa/umat/kaum itu berbeda satu sama lainnya. Peradaban ini sendiri bersifat khas (bagi suatu umat/bangsa/kaum), sesuai dengan pandangan hidup yang dianutnya, seperti ide/pemahaman bahwa Yesus adalah juru selamat manusia yang diyakini oleh orang Nashrani atau ide menjadikan manfaat sebagai azas dalam menjalani kehidupan yang dimiliki oleh orang-orang kapitalis.

Namun demikian, kalo kita juga mencermati dengan seksama, ternyata ada komponen lain yang juga senantiasa akan menyertai kehidupan manusia. Komponen itulah yang kita sebut dengan benda- benda/alat-alat. Contohnya, manusia butuh piring untuk makan, butuh alas kaki untuk melindungi kakinya, butuh baju untuk melindungi badannya atau butuh rumah untuk berlindungnya dari panas dan hujan. Nah…benda-benda itu ternyata kalo kita cermati, adakalanya bersifat khas, tapi adakalanya dia bersifat umum untuk seluruh manusia. Bentuk-bentuk benda yang dipengaruhi oleh ide/ pemahaman tentang kehidupan ini, semacam patung Yesus, Kalung swastika, baju biarawan/biarawati, adalah contoh-contoh benda yang bersifat khas. Sedangkan bentuk-bentuk benda yang dihasilkan oleh kemajuan sains dan perkembangan teknologi/industri. Semisal televisi, pesawat, komputer dan lain-lain.

Perbedaan antara ide dengan benda-benda ini harus senantiasa kita perhatikan, sebagaimana kita juga harus senantiasa memperhatikan perbedaan antara bentuk-bentuk benda yang dipengaruhi oleh suatu ide tentang kehidupan yang tertentu, dengan bentuk-bentuk benda yang dihasilkan oleh sains dan teknologi/industri.

Karena disitulah nantinya yang akan membedakan hukum dari penggunaan benda-benda tadi. Kalo kita menggunakan benda-benda yang bersifat 'aam (umum) ini tidaklah menjadi masalah karena memang bersifat umum, namun tidak demikian halnya dengan benda- benda yang bersifat khas seperti kalung patung Yesus atau patung Budha ataupun simbol NAZI, maka kaum muslimin dilarang dan diharamkan untuk memakainya. Demikian juga, kita tidak boleh mengambil atau melakukan upacara-upacara adat atau budaya- budaya suatu kaum yang itu merupakan manifestasi dari pemahaman kaum tersebut tentang kehidupan yang berbeda dengan Islam, kaya' upacara ngaben, natalan, imlek, melarung sajen ke laut untuk tolak bala dan sebagainya. Karena jelas-jelas peradaban yang dihasilkan dari ide dasar yang bertentangan dengan Islam itu pasti akan bertentangan pula dengan peradaban Islam, baik dari segi asasnya, pandangannya terhadap kehidupan maupun dari arti kebahagiaan hidup bagi manusia.

Demikian juga halnya dengan benda-benda yang dipengaruhi oleh peradaban ghoiru (selain) Islam seperti pakaian yang menunjukkan identitas/ciri khas kekafiran dan hanya dipakai oleh orang kafir, maka tidak boleh dipakai oleh seorang muslim (seperti baju pendeta, baju biksu, dan sebagainya). Sebab pakaian semacam itu menyandang pandangan hidup tertentu. Akan tetapi kalo' tidak demikian, yakni jika pakaian tersebut telah menjadi kebiasaan dalam berbusana dan tidak dianggap khusus sebagai pakaian khusus orang kafir, tapi cuman dipakai untuk sekedar memenuhi kebutuhan atau pemanis busana, maka dalam hal ini pakaian tersebut termasuk dalam jenis bentuk-bentuk benda yang bersifat umum dan boleh dikenakan.

Menggunakan benda-benda yang umum tidak masalah karena sifatnya umum, berbeda sama yang khas…, kaum muslimin dilarang untuk memakai/ menggunakannya kalau dipengaruhi sama ide/ pemahaman tertentu tentang kehidupan selain Islam.

Dalil mengenai hal ini Rasullah saw bersabda :

"Barang siapa meniru-niru suatu kaum, maka dia termasuk golongan kaum tersebut." (HR. Abu Dawud & Ibnu Abi Syaibah).

"Janganlah kalian menyerupai orang-orang Yahudi dan Nasrani…." (HR. Tirmidzi)

Seharusnya sebagai seorang muslim standart kita adalah Islam … Islam is my way of life. Ibnu Khaldun (hehe, seperti nama ana), seorang cendekiawan muslim ahli sosiologi terkemuka pernah berkata: "Yang kalah cenderung mengekor yang menang, dari segi pakaian, kendaraan, bentuk senjata yang dipakai, malah meniru dalam setiap cara hidup mereka, termasuk di sini adalah mengikuti adat istiadat mereka, bidang seni, seperti seni lukis dan seni pahat (patung berhala), baik di dinding- dinding, pabrik-pabrik atau rumah-rumah."

Kalau kita pahami kondisi umat Islam saat ini sesuai dengan pernyataan Ibnu khaldun. Padahal jelas bahwa tujuan hidup kita hanya untuk meraih ridlo Allah, so apa yang kita lakukan haruslah sesuai dengan aturan-aturan Allah.

Nah.. mulai sekarang hentikan budaya mengekor Barat. Tunjukkan kalau kita sebagai generasi muslim yang mewarisi risalah Islam yang dulu pernah menjadi 'the best generation' …'the best ummah'. So menjadi generasi 'bebek'…? Enggak lah yauw…!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar